Rabu, 14 November 2007

Profil

Ramuan Tradisional yang berasal dari Papua yang merupakan salah satu tumbuhan Epifit dari Hydnophytine ( Rubiaceae ) secara ilmiah telah di teliti oleh Pusat Peneliti dan pengembangan Bioteknologi LIPI Jakarta Dr. Ir. Muhammad A. Subroto, M.App.Sc.Apu

Kandungan sarang semut

Secara tradisi, M. pendans telah digunakan oleh masyarakat pedalaman bagian Barat Wamena untuk mengatasi keluhan rematik dan asam urat. Dilaporkan bahwa
air rebusan umbi M pendans yang tumbuh subur di hutan – hutan Habema, Wamena, mampu menyembuhkan berbagai jenis kanker. Dari penelitian Dr. Ir. Muhammad
Ahkam Subroto, M. App Sc., APU dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI di cibinong, zat utama yang berkhasiat dalam Sarang Semut
adalah senyawa flavonoid, tannin, dan polifenol. Senyawa –senyawa tersebut adalah antioksidan kuat beberapa kali lebih kuat dari pada vitamin C dan E –
yang memberikan efek menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit kardiovaskuler. Tanaman ini terbukti secara empiris juga berkhasiat mengobati
diare, menghentikan pendarahan, dan wasir. Selain itu Dr. Ir. Muhammad Ahkam juga melihat adanya penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase yang
berkhasiat menurunkan asam urat dan memperbaiki fungsi ginjal.

Sarang semut mengandung senyawa aktif Flavonoid, Tokoferol, Fenolik dan kaya
akan mineral penting seperti Kalsium, ( Ce ), Natrium ( Na ), Kalium ( K ),
Seng ( Zn ), Besi ( Fe ), Fosfor ( P ) dan Magnesium ( Mg ) yang berguna
sebagai Antioksidan dan Antikanker sehingga baik untuk mencegah dan membantu
mengobati kanker, menangkal serangan zat radikal bebas dengan cara
antidegeneratif, melindungi struktur sel meningkatkan efektivitas vitamin C,
antiinflamasi dan sebagai antibiotic alami.

Tidak ada komentar: